
Semangat santri untuk melek teknologi kian membara! Salah satu peserta yang menarik perhatian dalam Program Pelatihan Multimedia Pesantren yang digelar di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang adalah M. To’at Muhajir, seorang santri berprestasi dari Pondok Pesantren Tahfizh Mamba’ul Qur’an, Kepahiang, Provinsi Bengkulu.
Perjalanan Jauh Demi Digitalisasi Pesantren
M. To’at Muhajir rela menempuh perjalanan dari Bengkulu ke Palembang demi mengikuti pelatihan intensif ini. Program kolaborasi antara UIN Raden Fatah dengan beberapa mitra perguruan tinggi dan didukung oleh LPDP Kementerian Agama RI ini bertujuan untuk mencetak ‘Santri Kreatif, Pesantren Inovatif, Indonesia Digital’.
“Saya sangat antusias. Ilmu di pesantren itu sangat kaya, tapi kami harus punya cara modern untuk menyampaikannya,” ujar To’at saat ditemui di sela-sela sesi praktik.
💡 Fokus pada Konten Kreatif dan Dakwah Digital
Selama pelatihan di kampus UIN Raden Fatah, To’at dan ratusan peserta lainnya dibekali keterampilan vital di era digital, meliputi:
- Produksi Konten Dakwah Digital: Belajar membuat pesan keagamaan dalam format visual yang menarik dan mudah dicerna.
- Fotografi Digital dan Storytelling Visual: Menguatkan narasi pesantren melalui gambar dan video yang bercerita.
- Manajemen Media Sosial: Strategi untuk memperluas jangkauan dakwah dan informasi pesantren di dunia maya.
Pesantren Tahfizh Mamba’ul Qur’an di Kepahiang, tempat To’at menimba ilmu, diharapkan dapat menjadi salah satu penerima manfaat langsung dari keahlian barunya.
UIN Raden Fatah Cetak Penggerak Transformasi Digital
Rektor UIN Raden Fatah Palembang menyambut baik kehadiran para santri dari berbagai daerah. Beliau menekankan bahwa pelatihan ini bukan hanya sekadar menambah skill, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa teknologi adalah wasilah (perantara), sementara tradisi dan nilai-nilai pesantren adalah ruhnya.
Kehadiran M. To’at Muhajir dari Bengkulu menjadi bukti nyata semangat para santri untuk menjadi penggerak transformasi digital di lingkungan pesantren masing-masing, siap mengelola kanal YouTube dakwah, merancang desain promosi, dan membuat konten edukatif yang inovatif.
berikut salah satu hasil karyanya


